Archive for Desember 2011

Police line di Mesjid Al Furqon telah dibuka



Pada hari Rabu malam, 21 Desember 2011, police line yang dipasang oleh polisi pada 4 Desember 2011 telah dibuka oleh beberapa petugas berpakaian preman





Seperti diketahui, pada hari Minggu, 4 Desember 2011, Kapolsek Medan Satria, Kompol Triyono mengerahkan 400 orang anggota polisi dari  Mabes Polri untuk mengamankan proses pemasangan police line di Mesjid Al Furqon Bulevar Hijau Bekasi.

Menurut site plan no. 648.31/41/tarkim.1/04 tanggal 07 Desember  2004 dan Nomor 652/31/tarkim.1.07 tanggal 3 Oktober 2007 sudah dilakukan tukar guling atras tanah ini dengan Fasilitas Umum Harapan Indah yang ditanda tangani  oleh Ir. Frediyanto dari Hasana Damai Putra
 
 

Posted in by Admin. No Comments

Berita Acara Pemkot Bekasi dan DKM Al Furqon

BERITA ACARA
HASIL RAPAT PEMBENTUKAN TIM KHUSUS
MEMPELAJARI SITEPLAN PT. DUTA BUMI ADIPRATAMA
Nomor:

Pada hari ini Kamis tanggal lima belas bulan Desember tahun dua ribu sebelas bertempat di ruang rapat Plt. Walikota Bekasi, telah dilaksanakan pembentukan Tim Khusus mempelajari siteplan PT. Duta Bumi  Adipratama yang dihadiri oleh unsure MUSPIDA, Dinas/Instansi Pemerintah Kota Bekasi, PT. Duta Bumi Adipratama (yang diberi kuasa), DKM Masjid Al Furqon  (yang diberi kuasa), dengan kesimpulan hasil rapat sebagai berikut:
  1. Pemerintah Kota akan merubah lahan tersebut, namun tetap disesuaikan dengan komposisinya (60 :40).
  2. Tim Khusus Pemkot Bekasi akan menelaah siteplan untuk diajukan diadakan perubahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  3. Menetapkan bahwa lahan tersebut adalah lahan fasos fasum yang penggunaannya untuk kegiatan syiar Islam oleh DKM Masjid Al Furqon
  4. Meminta Al Furqon untuk mengajukan permohonan untuk penunjukan lahan tersebut
  5. Pemkot Bekasi akan melaksanakan penyelesaian fasos fasum yang digunakan untuk masjid Al Furqon dan Kantor Kecamatan Medan Satria.
Demikian berita acara rapat pembentukan Tim Khusus mempelajari siteplan PT. Duta Bumi Adipratama dibuat dan ditandatangani pada hari dan tanggal tersebut di Atas.

Posted in by Admin. No Comments

Fasos fasum Mesjid Al Furqon segera diserahkan ke DKM Al Furqon

Pemkot Bekasi ahirnya menyerahkan lahan seluas 1000 m2 kepada DKM Al-Furqon Bulevar Hijau, setelah melakukan diskusi yang alot antara Pemkot Bekasi diwakili Plt. Walikota Rahmat Efendi, Pengembang HDP dan DKM Al-Furqon. 
Namun kesepakan itu belum final sebelum ada surat penyerahan dari HDP yang disaksikan oleh Pemerintah Kota Bekasi, kata Ketua DKM Al-Furqon,Sudradjat setelah melakukan rapat  di Kantor Pemerintah Kota bekasi, Kamis (15/12).

Dalam pertemuan itu  ada 5 point yang telah disepakati diantaranya dalam tempo 3 hari kedepan, atau Senin,  19 Desember 2012 akan dipenuhi tuntutan warga yaitu  lahan yang telah diberi Police Line sejak Minggu, 4 Desember 2011 yang merupakan hak DKM Al_Furqon akan diberikan kembali kepada DKM Al Furqon Bulevar Hijau dan Pemerintah Kota Bekasi akan menyelesaikan semua administrasinya.

Berikut isi 5 butir kesepakatan  rapat yang telah dihasilkan :
1.Pemerintah Kota Bekasi akan merubah lahan tersebut sebagai lahan fasum fasos, namun tetap disesuaikan dengan komposisinya ( 60:40).
2.Tim khusus Pemkot Bekasi akan menelaah site plan untuk diajukan perubahan sesuai ketentuan yang ada.
3.Menetapkan bahwa lahan tersebut adalah fasos fasum yang penggunaanya untuk kegiatan syiar Islam oleh DKM Masjid Al Furqon.
4.Meminta kepada DKM Al Furqon untuk mengajukan permohonan untuk penunjukan kepada Pemda.
5.Pemda Bekasi akan melaksanaakan penyelesaian fasos fasum yang digunakan untuk Masjid Al Furqon

Sementara ust Abdulhadi Pengasuh Pondok Pesanteren Daruttaqwa  Pekayon mengatakan tindakan yang dilakukan Pemkot Bekasi dan HDP yang menyerahkan lahan 1000 m2 sebagai fasos fasum membuat semua ormas dan masyarakat merasa senang karena hak tanah  kembali diserahkan kepada masyarakat.
Abdulhadi juga minta  Pemkot Bekasi untuk menyelesaikan ijin fasos fasum  Masjid Al-Furqon, Polsek Medan Satria dan Kantor Kecamatan Medan Satria  yang hingga kini belum diurus
 

Posted in by Admin. No Comments

Sopir dan boss

Dua orang bos saling membicarakan supir mereka yang
bodoh, 
Bos 1 : "Supir gua bloon banget,liat nih gw buktiin"
Lalu dia panggil Supirnya.
Bos 1 : "Nih duit 100rb tolong beliin mobil Merci ke 
showroom"
sopir 1 : "siap Bos!" sambil langsung bergegas 
berangkat.
Boss 1 : "Tuh bloon kan, masa dikasih duit 100rb mo 
beli Merci"
Boss 2 : "Itu msh mending, sopir gw lebih parah lagi"

Lalu boss 2 manggil sopirnya.
Boss 2 : "Coba kamu liat kerumah,ada saya ga disana?"
Sopir 2 : "Siap Bos! segera meluncur" sambil pergi.
Boss 2 : " Tuh parah kan, udah jelas gw disini"

Di parkiran kedua sopir bertemu dan saling curhat.
Sopir 1 : "Bang, bos gw begonya minta ampuuuun deh! 
Tadi gw dikasih duit 100rb suruh beli Mobil Merci, 
udah tau ini hari minggu. Showroom kan pada tutup"‎​
Sopir 2 : "Itu belum seberapa dibandingin bos gw!
Masa gw disuruh pulang ke rumahnya buat ngeliat kalo
dia ada apa engga. Padahal dia kan bawa HP.
Tinggal telpon aja ke rumah, apa susahnya.. 
malah nyuruh gw!"

Sopir 1 : "kita emang senasib, punya bos bloon 
stengah mati..      
 
 
by : Lakxs                         

Posted in by Admin. No Comments

Walikota Bekasi Soal Fasum Al Furqon: Kalau Tak Puas Selesaikan di PTUN

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi mendesak pemerintah kota setempat segera mengeluarkan kebijakan terkait sengketa lahan di pelataran Masjid Al Furqon. Hal itu guna menghindari konflik berkepanjangan antara pihak pengurus masjid dengan pihak pengembang.
Ketua FKUB Kota Bekasi, Abdul Manan mengatakan, kasus sengketa lahan ini penanganannya ada di pemerintah. Pihaknya sudah menjalin komunikasi bersama tokoh lintas agama untuk mencari jalan yang saling menguntungkan. "Kami sudah meminta pemerintah untuk segera memberi kebijakan," kata dia, Jumat (9/12).
Menurut dia, lahan yang menjadi sengketa itu berada di area parkir Masjid Al Furqon di Jalan Boulevard Hijau Perumahan Harapan Indah, Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi. Dalam hal ini pengurus masjid mengaku, Wali Kota Bekasi periode lalu, Ahmad Zurfaih, pernah menjanjikan lahan tersebut menjadi fasilitas umum masjid di lingkungan perumahan mewah tersebut.
Namun, kata dia, hal itu tak dipenuhi pengembang perumahan. Dengan alasan lahan tersebut adalah bagian dari pusat pertokoan yang akan segera dibangun.
Pada saat itu, rencana tata ruang pertama dengan No.653/31/tarkim.1/x/07 ditandatangani Zurfaih seluas 155.942 meter persegi. Rencana tata ruang itu direvisi dengan No.a/tarkim.1/v111/2008 menjadi 154.942 meter persegi.
Terpisah, Plt Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi membenarkan bahwa lahan tersebut adalah benar milik PT Hasanah Damai Putra (HDP) selaku pengembang Perumahan Harapan Indah. Kini, status kepemilikannya telah diserahkan kepada pihak ketiga melalui transaksi jual beli.
Lebih lanjut, dirinya menyarankan agar kedua belah pihak mengikuti proses hukum yang semestinya. "Kalau tidak puas lebih baik diajukan ke Pengadilan Tata Usaha Niaga Bandung," kata Rahmat.
Rencana tata ruang yang ditandatangani Ahmad Zurfaih, menurut Plt Wali Kota, saat itu hanya berbentuk lisan. Sehingga pihaknya tidak dapat melakukan tindakan yang lebih jauh.
Ketua Persatuan Advokat Indonesia (Peradi), Shalih Mangara Sitompul, mengaku siap membawa persoalan itu hingga ke ranah hukum. Pihaknya malah menyarankan agar permasalahan ini diadu kebenarannya. "Kita punya bukti tiga lembar sketsa tata ruangnya," kata dia.
Ia mengatakan, pihaknya juga berniat untuk mengadukan PT Hasanah Damai Putra kepada polisi jika tidak kembali menyerahkan lahan tersebut menjadi fasilitas umum Masjid Al Furqon. "Kok malah dijual, itu melanggar hukum," ujar Shalih.

Lebih lanjut, Shalih mengkhawatirkan akan terjadi konflik jika pihak bertikai tidak segera duduk bersama dengan pemerintah sebagai media penengahnya. "Umat muslim akan marah jika tempat ibadahnya diganggu," kata dia.

Sumber : Republika, Jumat, 9 Des 2911
Redaktur: taufik rachman
Reporter: Muhammad Ghufro

Posted in by Admin. 1 Comment

Tanah Masjid Al Furqon Harapan Indah Dalam Status Quo

Portalkita-Bekasi.  Rapat  Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kota Bekasi di ruang rapat Plt Walikota Bekasi, Kamis (08/12). Rapat tersebut belum bisa mengambil keputusan mengenai lahan yang disengketakan antara Pengembang Perumahan Harapan Indah yaitu PT. Hasana Damai Putra (PT.HDP) dengan Jamaah Masjid Al Furqon.
 
Drajat Ketua DKM Masjid Al Furqon saat ditemui usai rapat menyatakan bahwa rapat hanya menghasilkan Site Plan asli akan dipelajari dan lahan tersebut dalam status quo. Lebih lanjut Drajat menjelaskan pihaknya tidak bermaksud mencaplok lahan milik siapa pun. “Namun pelataran Masjid kami, sesuai dokumen yang Kami pegang yaitu Site plan No. 653/31/tarkim.1/X/07 tertanggal 03 Desember 2007 yang ditandatangani oleh Walikota Bekasi saat itu Bapak Ahmad Zurfaih (alm-red) menyatakan lahan tersebut adalah Fasos dan Fasum,” terang Drajat.

Fasos Fasum itu tukar guling lahan PT. HDP yang berada di Perumahan Harapan Indah II. Di dalam dokumen tersebut juga pihak HDP turut menyetujui dengan ditandatangani oleh Fredy selaku Direktur PT.HDP. Namun permasalahan timbul setelah terbitnya Site Plan baru yaitu bernomor 651.1/Tarkim.1/IX/2008 tertanggal 04 September 2008 yang ditandatangani oleh Mochtar Mohamad selaku Walikota Bekasi saat ini yang menyatakan lahan parkir dan akses Masjid Al Furqon diperbolehkan untuk di bangun Ruko, papar Drajat panjang lebar.
Lahan 1000 M2 yang terletak di depan Masjid Al Furqon Jalan Boulevard Raya Kota Harapan Indah, Kota Bekasi ini merupakan akses dan juga lahan parkir satu-satunya dari Masjid tersebut. Ditemui ditempat terpisah Reni Hendrawati Kepala  Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Bekasi  menyatakan bahwa Pemerintah Kota Bekasi saat ini menjadi pihak yang akan memfasilitasi dan juga mencarikan jalan keluar yang terbaik pada permasalahan tersebut.

“Kami berpegang terhadap aspek legalitas, dan memang saat ini dokumen asli yang kami pegang adalah Site Plan yang ditandatangani oleh Bapak Mochtar Mohamad, mengenai adanya Site Plan yang lain sebelum itu, kami belum menemukan, tapi piahk kami sedang mencari dokumen asli Site Plan yang ditandatangani oleh bapak Ahmad Zurfaih tersebut,” kata Reni.
Pihak BPPT mengakui telah mengeluarkan Surat Ijin Pelaksanaan Mendirikan Bangunan (SIPMB) untuk lahan tersebut dengan membangun empat unit Ruko.  “Kami tak bisa menolak permohonan yang masuk, karena secara Legalitas PT.HDP telah melengkapi seluruh berkasnya jika Kami menolak maka kami bisa di PTUN kan,” tambah Reni lagi. Setelah keluar SIPMB maka pihaknya akan mengeluarkan IMB, namun dalam rapat tadi disepakati tidak ada pembangunan dahulu sebelum keadaan kondusif, imbuhnya.

Mengenai SIPDMB tersebut, sesuai dengan Perda Nomor 06 tahun 2011 berlaku selama 6 bulan, namun jika selama 6 bulan tidak ada pembangunan maka dapat diperpanjang selama 12 bulan. Jika sampai dengan 12 bulan belum ada juga pembangunan maka SIPMB tersebut menjadi gugur atau tidak berlaku. Pihak DKM Masjid Al Furqon sendiri juga mengajukan surat permohonan kepada Pemkot Bekasi agar tidak menerbitkan Surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) atas nama PT. HDP di atas sebidang tanah seluas 1000 M2 yang berlokasi tepat di depan Masjid Al Furqon atau pintu masuk masjid.  

Apel Siaga Ummat Islam
Ditemui di ruang kerja Plt Walikota Bekasi, Ketua Front Pembela Islam (FPI) Bekasi Raya Murhali Barda menyatakan bahwa dirinya bersama ormas-ormas islam yang lain akan mengadakan silaturahmi di Masjid Al Furqon pada esok hari (Hari ini-red). “Kami akan menyamakan persepsi dan juga bersilaturahmi sesama  ummat islam agar tidak terpancing isu-isu yang meresahkan kita semua,” ungkap Murhali Barda.

Sekitar 2000 ummat islam akan memenuhi halaman Masjid Al Furqon seusai Sholat Jumat (09/12) esok.  Ditemui ditempat yang sama Kapolres Metro Bekasi kota Kombes Priyo Widyanto menyatakan “Tidak ada apel siaga ummat islam, yang ada hanyalah silaturahmi sesama ummat islam”.  Menurut Priyo, lahan tersebut saat ini dalam pengawasan pihak kepolisian. Maka tak ada satu pihak pun yang boleh memanfaatkan atau pun mengklaim sebelum ada keputusan yang tetap, ujarnya.

Rapat Muspida yang di pimpin oleh Plt Walikota Bekasi Rahmat Effendi itu juga memutuskan akan di bentuk Tim yang akan meneliti semua dokumen. Tim ini akan bekerja mempelajari dokumen yang asli dan juga berbagai permasalahan yang ada mengenai lahan tersebut. (Ch)

Sumber : Portalkita, Kamis, 8 Desember 2011

Posted in by Admin. 1 Comment

Police line di Depan Mesjid Al Furqon

Pada hari Minggu, 4 Desember 2011, Kapolsek Medan Satria, Kompol Triyono mengerahkan 400 orang anggota polisi dari  Mabes Polri untuk mengamankan proses pemasangan police line di Mesjid Al Furqon Bulevar Hijau Bekasi.

 


Sebelumnya Pengurus Mesjid Al Furgon , sudah sekitar 3 bulan  yang lalu meminta bantuan dan menyerahkan masalah sengketa tanah ini kepada BHF (Bantuan Hukum FPI), setelah sebelumnya selalu mendapat tekanan-tekanan dari Developer PT Hasana Damai Putra melalui Pemkot bEKASI (Walikota Bekasi dan jajarannya)

Padahal menurut site plan no. 648.31/41/tarkim.1/04 tanggal 07 Desember  2004 dan Nomor 652/31/tarkim.1.07 tanggal 3 Oktober 2007 sudah dilakukan tukar guling atras tanah ini dengan Fasilitas Umum Harapan Indah yang ditanda tangani  oleh Ir. Frediyanto dari Hasana Damai Putra


 
  Dari BHF menghimbau kepada semua pihak agar berhati hati  terhadap isyu dan adu domba yang mungkin dapat menimbulkan isyu SARA

Posted in by Admin. 10 Comments